Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional, Komando, Pasar, Carnpuran dan Sistem Ekonomi Indonesia

Setiap negara menghadapi tiga masalah pokok dalam ekonomi seperti sudah diuraikan terdahulu. Cara masing-masing negara untuk menghadapi ketiga masalah tersebut berbeda-beda, tergantung pada sistem ekonomi yang digunakan oleh negara yang bersangkutan.

Sistem ekonomi merupakan cara suatu bangsa (masyarakat dan pemerintah) mengatur kehidupan ekonominya. Dengan perkataan lain, sistem ekonomi merupakan jaringan organisasi dan kebijakan yang ditetapkan suatu pemerintahan negara dalam mengatasi masalah ekonomi.

Berikut akan kita tinjau tiga macam sistem ekonomi, sebagai upaya mengatasi masalah pokok dalam ekonomi.


1. Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi dasar, dan masih menggunakan kebiasaan masyarakat yang berpola dari nilai budaya. Sistem ini ditandai dengan tingkat produktivitas masyarakat yang masih rendah atau pola pemikiran di dalam mengolah faktor-faktor produksi masih terbatas, termasuk teknologi produksinya masih sederhana, dan diatur menurut kebiasaan turun temurun.

Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional yang menonjol, antara lain sebagai berikut.
a. Pembagian kerja belum ada.
b. Peran masyarakat dalam berusaha masih kurang.
c. Produksi masih terbatas dan ditentukan sesuai kebutuhan.
d. Masih terdapat pertukaran secara barter.
e. Teknologi yang diterapkan masih sederhana.
f. Hidupnya terutama dari sektor agraris.

Kelebihan sistem ekonomi tradisional, antara lain sebagai berikut.
a. Tidak terjadi persaingan.
b. Konflik-konflik tidak terjadi, karena semua berjalan sesuai dengan kebiasaan.
c. Cukup aman karena anggota masyarakat tidak dibebani dengan target- target yang harus dicapai.
d. Tidak menimbulkan tekanan jiwa (stres) bagi masyarakat. 

Kekurangan sistem ekonomi tradisional, antara lain sebagai berikut.
a. Masyarakat bekerja semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup dan
bukan untuk meningkatkan kesejahteraan.
b. Kegiatan ekonomi dilakukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan dasar, tidak untuk mencari keuntungan.
c. Kecil sekali terjadi perubahan-perubahan yang dapat mengangkat derajat kehidupan masyarakat, karena setiap perubahan dianggap tabu.
d. Tidak memperhitungkan efisiensi penggunaan sumber daya secara maksimal.


2. Sistem Ekonomi Komando

Pada sistem ini, seluruh kegiatan ekonomi diatur dan ditentukan oleh pemerintah. 0leh karena proses ekonomi berjalan secara komando dari pusat, dan semua keputusan berada di tangan pemerintah pusat, maka sistem ini dinamakan sistem ekonomi komando (sistem ekonomi terpusat).

Keputusan mengenai produksi, distribusi, dan konsumsi sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Masyarakat tidak diberi kebebasan dan kesempatan berusaha. Sistem ekonomi ini disebut juga sistem ekonomi kolektif.

Ciri-ciri sistem ekonomi komando, antara lain sebagai berikut.
a. Perencanaan ekonomi, kegiatan produksi, dan pengawasan secara terpusat (central planning).
b. Sumber ekonomi (tanah, alat produksi, dan perusahaan) milik pemerintah.
c. Milik perseorangan tidak ada kecuali barang-barang yang sudah dibagikan.
d. Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah.
e. Kebebasan individu dalam berusaha tidak ada.
f. Harga dan tingkat bunga ditetapkan oleh pernerintah. 

Kelebihan sistem ekonomi terpusat antara lain sebagai berikut,
a. Pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan ekonomi
masyarakat.
b. Kebutuhan rakyat terpenuhi secara menyeluruh dan merata karena pendistribusiannya diatur pemerintah.
c. Tidak ada kelas-kelas dalam masyarakat karena semua adalah kelas pekerja pemerintah.
d. Krisis ekonomi jarang terjadi karena semua masalah ekonomi diatur dan dikendalikan oleh pemerintah.

Kekurangan sistem ekonomi terpusat antara lain sebagai berikut.
a. Inisiatif dan kreativitas perorangan dalam sistem ekonomi terpusat tidak dapat berkembang sehingga menghambat kemajuan di bidang ekonomi dan teknologi.
b. Hak milik perseorangan tidak diakui.
c. Kebebasan pribadi sangat terbatas karena setiap orang diminta untuk taat melaksanakan keputusan-keputusan dan perintah-perintah yang ditetapkan pemerintah.
d. Informasi tidak akurat karena panjangnya jalur birokrasi.


3. Sistem Ekonomi Pasar/Liberal

Sistem ini tumbuh bersamaan dengan kapitalisme, sehingga merupakan sistem perekonomian kapitalis bebas berusaha. Sistem pasar (liberal) memberikan kebebasan secara penuh kepada anggota masyarakat (produsen dan konsumen) untuk menentukan kegiatan ekonomi yang ingin mereka lakukan. 

Setiap individu memiliki kebebasan dalam berusaha dan memiliki benda, baik berupa modal maupun benda-benda konsumsi.Pemerintah tidak campur tangan dan tidak berusaha memengaruhi kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat.

Sistem ekonomi yang memberikan kebebasan sepenuhnya pada masyarakat untuk menentukan kegiatan ekonomi yang akan dilakukan disebut sebagai laissez/aire (bahasa Prancis) yang artinya biarkanlah.Tokoh aliran ini diantaranya adalah Adam Smith.

Ciri-ciri sistem ekonomi pasar/liberal, antara lain sebagai berikut.
a. Semua alat dan sumber produksi bebas dimiliki perseorangan, kelompok masyarakat, atau perusahaan-perusahaan.
b. Pemerintah tidak ikut campur secara langsung dalam kegiatan-kegiatan ekonomi.
c. Kegiatan ekonomi di semua sektor dilakukan oleh masyarakat atau swasta.
d. Setiap orang diberi kebebasan dalam hal pemakaian barang dan jasa.
e. Modal memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi.
f. Kegiatan produksi dilakukan dengan tujuan mencari laba, bahkan semua kegiatan ekonomi didorong prinsip laba.
g. Adanya persaingan antar pengusaha.

Perlu diketahui bahwa kenyataannya tidak ada satu sistem ekonomi yang diterapkan secara murni. Masyarakat lebih condong menganut sistem ekonomi campuran (mixed economies) dengan sebagian unsur tradisional, unsur komando (terpimpin), dan pasar. 

Sebagai contoh, dalam sistem kapitalisme Amerika, campur tangan pemerintah tetap ada; pemerintah memegang peranan penting dalam menetapkan aturan main ekonomi, menyelenggarakan pendidikan dan jasa pelayanan urnum, serta mengawasi pencemaran atau gerak-gerik dunia usaha.

Kelebihan sistem ekonomi pasar, antara lain sebagai berikut.
a. Setiap individu memiliki kebebasan untuk mengatur kehidupan ekonomi sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing.
b. Dengan kebebasan berusaha dan bersaing akan mendorong setiap orang untuk mencari kemajuan.
c. Hak milik diakui dan adanya kebebasan melakukan segala sesuatu yang dianggap baik bagi kepentingan pribadi, kreativitas mencari keuntungan menjadi tinggi.
d. Persaingan dalam sistem ekonomi pasar, dapat memproduksi berbagai macam barang berkualitas sesuai dengan kebutuhan pasar sehingga para konsumen dapat memperoleh barang dan jasa sesuai dengan selera.

Kekurangan sistem ekonomi pasar antara lain sebagai berikut.
a. Kebebasan bersaing mengakibatkan yang kuat menindas yang lemah, terjadi jurang pemisah antara yang kaya dan miskin.
b. Pemerataan pendapatan semakin sulit dicapai karena setiap individu berusaha mencari keuntungan bagi diri sendiri.
c. Adanya kebebasan produksi dapat mendorong terjadinya krisis ekonomi.
d. Konsentrasi modal oleh kaum kapitalis dapat mengakibatkan terjadinya monopoli.


4. Sistem Ekonomi Carnpuran

Dalam sistem ekonomi campuran, sektor swasta dan pemerintah sama-sama diakui keberadaannya. Di samping sektor swasta terdapat pula semacam badan perencanaan negara (untuk di negara kita disebut Bappenas) yang merencanakan arah dan perkembangan ekonomi, supaya sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan. 

Pemecahan masalah perekonomian mengenai barang apa yang akan diproduksi, dan berapa banyaknya, bagaimana cara memproduksi, dan untuk siapa barang tersebut diproduksi, ditangani bersama- sama antara pemerintah dan swasta.

Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem liberal (pasar) dan sistem komando (terpusat). Penerapan masing-masing negara yang memakai sistem ini bervariasi, karena dipengaruhi oleh potensi dan kondisi ekonomi masing-masing negara, termasuk aspirasi dari masyarakat.

Kelebihan sistem ekonomi campuran antara lain sebagai berikut.
a. Dengan adanya campur tangan pemerintah, pertumbuhan ekonomi akan teratur dan stabil.
b. Karena inisiatif dan kreativitas seseorang diakui, maka terdorong untuk mencari keuntungan.
c. Tugas pemerintah tidak terlalu berat karena mendapat bantuan dari swasta.
d. Adanya campur tangan pemerintah dapat memperkecil pengaruh monopoli swasta.

Kekurangan sistem ekonomi campuran adalah sulit untuk menentukan unsur yang benar sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan masyarakat sehingga memerlukan ketelitian dan kejelian.


5. Sistem Ekonomi Indonesia

Sistem ekonomi yang digunakan di Indonesia disebut demokrasi ekonomi atau ekonomi Pancasila. Dalam demokrasi ekonomi, produksi dilakukan sebagai usaha bersama untuk kepentingan bersama. Demokrasi ekonomi mengutamakan peranan aktif masyarakat dalam kaitannya dengan kegiatan pembangunan. 

Pemerintah berkewajiban memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha. Sedangkan dunia usaha berkewajiban memberi tanggapan yang positif terhadap pengarahan, bimbingan, dan berusaha menciptakan iklim yang sehat dalam kegiatan yang dilakukan.

Landasan idiil demokrasi ekonomi adalah Pancasila, sedangkan landasan konstitusionalnya adalah UUD 1945. Pasal 33 UUD 1945 merupakan dasar demokrasi ekonomi.

Adapun bunyi Pasal 33 UUD 1945, sebagai berikut.

Ayat (1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

Ayat (2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

Ayat (3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.


Penjelasan Pasal 33 Ayat (1) menegaskan bahwa, produksi dikerjakan oleh semua dan untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran orang seorang. Bangun perusahaan yang sesuai adalah koperasi.


Pasal 33 tersebut dijadikan landasan untuk mewujudkan demokrasi ekonomi yang dijadikan dasar pelaksanaan pembangunan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

a. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

b. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

c. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya sebagai pokok- pokok kemakmuran rakyat dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

d. Sumber kekayaan dan keuangan negara digunakan dengan pemufakatan lembaga perwakilan rakyat, dan pengawasan terhadap kebijaksanaannya ada pada lembaga perwakilan rakyat pula.

e. Perekonomian daerah dikembangkan secara serasi dan seimbang antar- daerah dalam satu kesatuan perekonomian nasional dengan mendayagunakan potensi dan peran serta daerah secara optimal dalam rangka perwujudan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional.

f. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dike- hendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

g. Hak milik perseorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh ber- tentangan dengan kepentingan masyarakat.

h. Potensi, inisiatif dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.

Peranan dan kegiatan pemerintah dalam perekonomian ditegaskan dalam Pasal 33 Ayat (2). Unsur-unsur bagi penguasaan hajat hidup orang banyak adalah barang dan jasa yang penting bagi kehidupan manusia, dan jumlahnya terbatas. 

Pemerintah telah merumuskan bidang-bidang yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak, yaitu sebagai berikut:

a. pelabuhan-pelabuhan;
b. produksi, transmisi, dan distribusi tenaga listrik untuk umum;
c. telekomunikasi;
d. pelayaran;
e. penerbangan;
f. air minum;
g. kereta api umum;
h. pembangkit tenaga atom;
i. media massa.


Secara garis besar terdapat empat bagian yang berkenaan dengan ciri-ciri sistem ekonomi Indonesia, yaitu sebagai berikut.

a. Peranan negara penting, tetapi tidak dominan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah tumbuhnya sistem ekonomi komando. Demikian juga peranan swasta juga penting, tetapi tidak dominan. Dalam hal ini, untuk mencegah berkembangnya sistem pasar/liberal. Dalam sistem ekonomi Pancasila usaha negara dan swasta tumbuh berdampingan secara seimbang.

b. Sistem ini tidak didominasi oleh modal, tetapi juga tidak didominasi oleh buruh. Sistem ekonomi ini berdasarkan atas asas kekeluargaan.

c. Masyarakat memegang peranan penting, produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua, dan di bawah pimpinan atau pengawasan anggota-anggota masyarakat.

d. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara.


Selanjutnya, dalam demokrasi ekonomi yang berdasarkan Pancasila harus dihindarkan hal-hal berikut.

a. Sistem /ree /ight liberalism (sistem ekonomi liberal yang bebas), yang menumbuhkan ekploitasi terhadap manusia dan bangsa lain, yang dalam sejarah di Indonesia telah menimbulkan kelemahan struktural ekonomi nasional dan posisi Indonesia dalam perekonomian dunia.

b. Sistem etatisme (sistem ekonomi komando), bahwa negara beserta aparatur ekonomi bersifat dominan, mendesak, dan mematikan potensi serta daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.

c. Persaingan tidak sehat serta pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam berbagai bentuk monopoli dan monopsoni, yang merugikan masyarakat dan bertentangan dengan cita-cita keadilan sosial.

0 Response to "Pengertian Sistem Ekonomi Tradisional, Komando, Pasar, Carnpuran dan Sistem Ekonomi Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel