Virus - Biologi X

BAB 3 VIRUS


Negara Indonesia beberapa tahun terakhir ini disibukkan dengan penanganan penyakit menular yang diakibatkan oleh mikroorganisme, antara lain penyakit flu burung. Penyakit flu burung dapat menyebabkan kematian. Penularan penyakit itu sangat cepat. Penyakit ini ditularkan melalui hewan sejenis unggas.

Flu burung atau Avian influenza adalah sebuah penyakit yang paling menghebohkan sekarang ini. Tahukah Anda, penyakit ini terkenal bukan karena dapat menyebabkan kematian banyak unggas dalam waktu yang relatif sangat singkat, melainkan karena sifatnya yang dapat menular dari unggas ke manusia dan menimbulkan kematian yang cepat pada manusia.

Perlu Anda ketahui meskipun namanya flu burung namun ternyata penyakit ini juga menyerang hewan lain seperti babi, kucing, dan musang.

Adanya penyakit menyebabkan manusia mencari tahu tentang penyebab penyakit dan upaya mencegah tertularnya penyakit tersebut serta cara pengobatannya. Kemampuan menusia itu merupakan anugerah Tuhan yang wajib kita syukuri. Apa yang Anda pikirkan dari munculnya penyakit menular tersebut? Tentu Anda ingin mengetahui penyebab penyakit tersebut dan cara menanggulanginya.

Beberapa ahli meneliti dan menyatakan bahwa penyakit flu burung disebabkan oleh virus. Pada Bab 2, Anda sudah mengetahui bahwa virus memiliki golongan sendiri yang sering dikenal sebagai “The Invisible Kingdom” atau sebagai kerajaan yang tak terlihat. Hal itu dikarenakan virus merupakan makhluk hidup sangat kecil yang tidak dapat diamati dengan mata telanjang. Apakah sebenarnya virus itu? Mengapa kita perlu mempelajarinya? Seperti yang Anda lihat bahwa virus tak disangsikan lagi memang berhubungan dengan makhluk hidup. Untuk memahaminya, pelajarilah materi berikut ini dengan baik!

Tahukah Anda bahwa virus merupakan garis batas antara hidup dan tak hidup. Apabila dia berada di dalam sel hidup, maka dia sebagai makhluk hidup, tetapi jika berada di luar sel hidup dapat dikatakan sebagai makhluk tak hidup, jika demikian apakah mereka itu? Mari kita pelajari sifat-sifatnya, dengan demikian kita dapat lebih mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan virus.

Istilah virus memiliki arti racun. Sedikit Anda telah mengerti bahwa keberadaan virus mempunyai dua fase, yaitu satu di dalam sel-sel hidup dan satu di luar sel-sel hidup. Di luar inangnya virus mempunyai ciri tersendiri, yaitu mempunyai partikel sangat kecil yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron dan mereka bisa lolos melewati pori-pori saringan yang tidak memungkinkan dilewati oleh bakteri. Mereka memperbanyak diri hanya di dalam sel-sel hewan, tumbuh-tumbuhan, dan mikroorganisme lain. Dengan demikian, dapat dikatakan virus sebagai “parasit obligat”. Apakah hal tersebut sudah dibuktikan?

Bukti yang pertama kali dilakukan oleh D.J. Ivanovsky (seorang ahli Botani dari Rusia) pada tahun 1892, yaitu dengan membuat preparat dari ekstrak daun tembakau yang terserang penyakit mosaik tembakau. Selanjutnya, ekstrak tersebut disaring melalui penyaringan yang demikian halusnya sehingga setiap bakteri yang ada dapat tersaring. Cairan hasil dari penyaringan kemudian dioleskan pada daun yang sehat. Hasilnya ternyata di luar dugaan, yaitu daun menjadi sakit. Kasus tersebut dilanjutkan oleh Wendell Stanley pada tahun 1935 dari Amerika Serikat, yang berhasil mengisolasi dan mengkristalkan virus mosaik tembakau. Apabila kristal virus diinjeksikan pada tanaman yang sehat, maka virus akan segera aktif mengganda, yang berarti ia bukan sel, jadi virus berbeda dengan bakteri.

1. Ukuran Virus
Virus adalah partikel berukuran sangat kecil yang dapat menginfeksi hampir semua jenis makhluk hidup. Kita tidak dapat melihat virus dengan mata telanjang, tetapi harus menggunakan mikroskop elektron, karena ukurannya sangat mikroskopik. Virus mempunyai ukuran sekitar 20 – 30 nanometer (nm), 1 nm = 1/1.000.000.000 meter. Ukurannya rata-rata 50 kali lebih kecil dari bakteri.

2. Bentuk Virus
Virus mempunyai struktur sederhana, yang hanya terdiri atas selubung atau protein pelindung yang disebut kapsid yang tersusun atas molekul protein dan bagian isi yang tersusun atas asam nukleat berupa DNA atau RNA, dapat pula dilengkapi dengan  pembungkus  atau envelope dari lipoprotein (lipid dan protein) yang merupakan membran plasma dan berasal dari sel inang virus. Apabila pembungkus ini dibangun oleh subunit yang sama atau identik disebut kapsomer. Bentuk kapsomer ini sangat simetris dan suatu saat dapat mengkristal. Gabungan kapsomer ini akan membentuk kapsid. Dengan demikian dapat diketahui, sebuah virus memiliki bagian-bagian, yaitu memiliki materi genetik yang terbungkus oleh pembungkus protein yang dinamakan virion atau partikel virus. Jadi, virus tidak memiliki sitoplasma serta tidak memiliki organela sehingga tidak melakukan metabolisme. Lebih sederhana manakah antara sebuah sel dengan sebuah virus, coba Anda bandingkan!

3. Cara Hidup Virus
Virus bersifat sebagai parasit obligat, jadi dia tidak dapat hidup di alam secara bebas, tetapi harus berada di dalam makhluk hidup lain. Apabila hidup di dalam makhluk hidup, maka virus akan berkembang biak, misalnya di dalam sel bakteri, sel hewan, atau sel tumbuhan tingkat tinggi. Dasar inilah yang digunakan untuk membedakan jenis-jenis virus.
Jenis virus ada tiga, yaitu virus bakteri, virus hewan, dan virus tumbuhan. Pada virus hewan terdapat asam nukleat DNA dan RNA, sedangkan virus tumbuhan berisi RNA. Pada DNA umumnya berantai ganda terpilin (double helix), contoh virus ini antara lain virus influenza, virus herpes, virus kutil, virus alat kelamin, virus belek, dan virus yang menyebabkan kanker. DNA yang berantai tunggal, contohnya virus yang berhubungan dengan cacar. Untuk virus RNA, baik yang berantai ganda atau tunggal semuanya tidak terpilin, contoh virus RNA antara lain TMV (Tobacco Mozaic Virus), virus polio, virus HIV.

Telah dijelaskan bahwa jenis virus ada tiga, yaitu virus pada hewan, pada tumbuhan, dan juga pada manusia. Tahukah Anda virus pada sel bakteri disebut bakteriofage?
Bakteriofage (sederhananya fage) merupakan virus yang menginfeksi/ menyerang bakteri. Virus ini sering digunakan oleh para ilmuwan untuk penelaahan lebih mendalam tentang virus. Mengapa model bakteriofage yang digunakan sebagai model penelitian para ilmuan tersebut?

Virus fage mudah ditumbuhkan pada bakteri (inang). Virus yang hidup pada bakteri tersebut mudah dipelihara dengan kondisi yang dapat dikendalikan seperti waktu, kerja, dan ruangan yang relatif sedikit dibandingkan dengan pemeliharaan inang berupa tumbuhan dan hewan. Oleh karena itulah, bakteriofage menjadi perhatian yang besar untuk penelitian virus.
Bakteriofage adalah kesatuan biologis paling sederhana yang diketahui mampu mereplikasi dirinya (mampu menggandakan dirinya sendiri menjadi lebih banyak). Dengan demikian, jasad renik ini dijadikan penelitian dalam genetika, yaitu dijadikan sistem model untuk mempelajari patogenesitas yang disebabkan virus. Bagaimana struktur dari bakteriofage?

1. Ciri-Ciri Umum Bakteriofage
Di manakah virus bisa hidup? Kenyataannya virus ada di mana-mana, terbukti sering terjadi mewabahnya suatu penyakit yang tidak mengenal daerah tertentu. Dengan demikian, virus ini sama seperti virus pada umumnya yang dapat hidup luas di alam. Bentuknya juga hampir sama seperti virus, yaitu terdiri atas sebuah inti asam nukleat yang dikelilingi oleh selubung protein. Virus ini mempunyai ekor yang digunakan untuk melewatkan asam nukleatnya ketika menginokulasi sel inang. 
   
2. Morfologi dan Struktur Bakteriofage
Jika kita amati, tubuh bakteriofage tersusun atas kepala, ekor, dan serabut ekor. Kepala berbentuk polyhedral (segi banyak) yang di dalamnya mengandung DNA atau RNA saja. Dari kepala muncul tubus atau selubung memanjang yang dinamakan sebagai ekor virus. Ekor ini bertugas sebagai alat penginfeksi. Bagian antara kepala dan ekor memiliki selubung yang disebut kapsid. Kapsid tersusun atas molekul-molekul protein, oleh sebab itu disebut sebagai selubung protein atau pembungkus protein, fungsinya sebagai pelindung asam nukleat (DNA dan RNA), dapat membantu menginfeksi virus ke sel inangnya dan menentukan macam sel yang akan dilekati. Coba perhatikan, pada bagian ujungnya ditumbuhi serabut-serabut ekor yang dapat berfungsi sebagai penerima rangsang atau reseptor. Sejumlah subunit molekul protein yang menyusun kapsid dan identik satu dengan yang lain disebut kapsomer.
Telah kita ketahui bahwa ekor bakteriofage bertugas untuk menginfeksi. Tahukah Anda bahwa bakteriofage sebenarnya mempunyai dua tipe cara menginfeksi, yaitu litik atau virulen dan tenang atau lisogenik. Cara-cara menginfeksi bakteriofage tersebut juga sekaligus digunakan sebagai cara bereproduksi (memperbanyak diri).

3. Reproduksi Bakteriofage
Litik atau virulen, bila fage litik menginfeksi sel dan sel tersebut memberikan tanggapan dengan cara menghasilkan virus-virus baru dalam jumlah yang besar, yaitu pada masa akhir inkubasi. Sel ini akan pecah atau mengalami lisis yang akan melepaskan fage-fage baru untuk menginfeksi sel-sel inangnya.
Tenang atau lisogenik, tipe ini tidak mengalami lisis (selnya pecah),  jadi asam nukleatnya dibawa dan direplikasikan di dalam sel-sel bakteri dari satu generasi ke generasi yang lain, namun bisa secara mendadak menjadi virulen pada suatu generasi berikutnya dan menyebabkan lisis pada sel inangnya.

Daur Litik
a. Fase adsorbsi (penempelan), pada fase ini, awalnya ditandai dengan adanya ujung ekor menempel/melekat pada dinding sel bekteri. Penempelan tersebut dapat terjadi apabila serabut dan ekor virus melekat pada dinding sel bakteri. Virus menempel hanya pada tempat-tempat khusus, yakni pada permukaan dinding sel bakteri yang memiliki protein khusus yang dapat ditempeli protein virus. Menempelnya protein virus pada protein dinding sel bakteri itu sangat khas, mirip kunci dan gembok. Virus dapat menempel pada sel-sel tertentu yang diinginkan karena memiliki reseptor pada ujung-ujung serabut ekor. Setelah menempel, virus mengeluarkan enzim lisozim (enzim penghancur) sehingga terbentuk lubang pada dinding bakteri atau inang.
b. Fase injeksi (penetrasi), selubung (seludang) sel berkontraksi yang mendorong inti ekor ke dalam sel melalui dinding dan membran sel, kemudian virus tersebut menginjeksikan DNA ke dalam sel bakteri. Namun demikian, seludang protein yang membentuk kepala dan ekor fage tetap tertinggal di luar sel. Setelah menginjeksi kemudian akan terlepas dan tidak berfungsi lagi.
c. Fase sintesis, dalam keadaan tertentu jika DNA virus yang tidak aktif (profage) terkena zat kimia tertentu atau terkena radiasi tinggi, maka DNA virus akan menjadi aktif kemudian menghancurkan DNA bakteri dan memisahkan diri. Selanjutnya, DNA virus tersebut mensintesis protein sel bakteri (inangnya) untuk digunakan sebagai kapsid bagi virus-virus baru dan sekaligus melakukan replikasi diri menjadi banyak.
d. Fase perakitan: kapsid-kapsid dirakit menjadi kapsid virus yang utuh, yang berfungsi sebagai selubung virus. Kapsid baru virus terbentuk. Selanjutnya, DNA hasil replikasi masuk ke dalamnya guna membentuk virus-virus baru.
e. Fase litik, fase ini sama dengan daur litik.
Setelah terbentuk bakteri virus baru terjadilah lisis sel. Virus-virus yang, terbentuk berhamburan keluar sel bakteri guna menyerang bakteri baru. Dalam daur selanjutnya virus dapat mengalami daur litik atau lisogenik, demikian seterusnya.
Daur Lisogenik
Pada daur ini juga mengalami fase yang sama dengan daur litik, yaitu melalui fase adsorbsi dan fase injeksi. Selanjutnya, akan mengalami fase-fase berikut.
a. Fase penggabungan, karena DNA bakteri terinfeksi DNA virus, hal tersebut akan mengakibatkan benang ganda berpilin DNA bakteri menjadi putus, selanjutnya DNA virus menyisip di antara putusan dan menggabung dengan benang bakteri. Dengan demikian, bakteri yang terinfeksi akan memiliki DNA virus.
b. Fase pembelahan, karena terjadi penggabungan, maka DNA virus menjadi satu dengan DNA bakteri dan DNA virus menjadi tidak aktif disebut profage. Dengan demikian, jika DNA bakteri melakukan replikasi, maka DNA virus yang tidak aktif (profage) juga ikut melakukan replikasi. Misalnya, apabila DNA bakteri membelah diri terbentuk dua sel bakteri, maka DNA virus juga identik membelah diri menjadi dua seperti DNA bakteri, begitu seterusnya.
c. Fase sintesis, DNA virus yang telah diinjeksikan yang mengandung enzim lisozim ke dalam akan menghancurkan DNA bakteri, sehingga DNA virus yang berperan mengambil alih kehidupan. Kemudian DNA virus mereplikasi diri berulang-ulang dengan cara menggandakan diri dalam jumlah yang banyak, selanjutnya melakukan sintesis protein dari ribosom bakteri yang akan diubah manjadi bagian-bagian kapsid seperti kepala, ekor, dan serabut ekor.
d. Fase perakitan, bagian-bagian kapsid kepala, ekor, dan rambut ekor yang mula-mula terpisah selanjutnya dirakit menjadi kapsid virus kemudian DNA virus masuk ke dalamnya, maka terbentuklah tubuh virus yang utuh.
e. Fase litik, ketika perakitan telah selesai yang ditandai dengan terbentuknya tubuh virus baru yang utuh. Virus ini telah mengambil alih perlengkapan metabolik sel inang bakteri yang menyebabkan memuat asam nukleat virus dari pada asam nukleat bakteri. Setelah sekitar 20 menit dari infeksi awal sudah terbentuk 200 bakteriofage yang telah terakit dan sel bakteri itu pun meledak pecah (lisis) dan melepaskan fage-fage baru/virus akan keluar untuk mencari/menginfeksi bateri-bakteri lain sebagai inangnya, begitu seterusnya dan memulai lagi daur hidup tersebut.

Dengan demikian jumlah profage DNA virus akan mengikuti jumlah sel bakteri inangnya.

Perlu Anda ketahui, untuk berkembang biak virus harus menginfeksi sel inang. Inang virus berupa makhluk lain, yaitu bakteri sel tumbuhan maupun sel hewan. Di dalam sel inang, virus ini akan “memerintahkan” sel inang untuk membentuk virus-virus baru. Jadi, virus dapat “memaksa” sel-sel inang untuk memproduksi virus-virus baru. Berdasarkan jenis asam nukleatnya, cara virus dalam memaksa sel-sel inang untuk membentuk virus-virus baru adalah sebagai berikut:

1. Virus dengan Asam Nukleat “DNA”
Anda sudah mengetahui virus yang menginfeksi sel inang DNA akan mengalami replikasi (penggandaan). Tahukah Anda DNA juga mengalami transkripsi membentuk mRNA (RNA duta). RNA duta (mRNA) akan mengalami translasi (penerjemahan) untuk menghasilkan protein selubung virus. Di dalam sel inang, DNA dan protein virus mengkonstruksi diri menjadi virus-virus baru, mRNA juga mentranslasi membentuk enzim penghancur yang akhirnya menghancurkan membran sel. Jadi, sel inang lisis (hancur) lalu virus-virus keluar dan siap menginfeksi sel inang yang baru. Contoh: virus herpes, bakteriofage, dan virus cacar.

2. Virus dengan Asam Nukleat “RNA”
Virus HIV penyebab penyakit AIDS yang merupakan contoh dari virus RNA. Terlihat dari gambar bahwa RNA virus melakukan transkripsi balik membentuk hibrid RNA–DNA dan akhirnya terbentuk DNA virus. Selanjutnya, DNA virus (provirus) masuk ke dalam inti sel inang yang menyisip ke dalam DNA inang.
Dengan demikian, DNA mengandung DNA virus (provirus). Provirus ini akan membentuk RNA duta yang dikeluarkan dari inti. Perlu Anda ketahui, di dalam sitoplasma RNA virus membentuk protein virus yang pada akhirnya protein virus dan RNA virus dirakit membentuk HIV.

Coba amatilah keadaan lingkungan! Seperti yang kita lihat, virus kebanyakan bersifat merugikan karena jenis-jenis virus yang berbeda yang menginfeksi dan menyebabkan berbagai penyakit pada tumbuhan, hewan, dan manusia. Tetapi dengan kelebihannya, manusia dapat menemukan virus yang dapat dimanfaatkan. Berikut ini akan diuraikan contoh-contoh virus yang menguntungkan dan merugikan.

1. Virus yang Menguntungkan
Ingatlah kembali daur hidup virus pada fase lisogenik! Pada daur hidup itu terjadi penggabungan materi genetik virus dan bakteri, sehingga virus akan mengandung gen bakteri. DNA merupakan materi genetik yang membawa sifat suatu makhluk hidup. Apabila DNA berubah, maka sifatnya juga akan berubah. Dengan demikian, virus yang menginfeksi bakteri pertama akan memiliki sifat dari bakteri tersebut. Selanjutnya, apabila menginfeksi bakteri kedua, maka akan memiliki sifat yang terdapat pada virus bakteri pertama sekaligus sifat dari bakteri yang kedua, demikian seterusnya. Peristiwa itu dapat dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan sebagai berikut.

a. Pembuatan Antitoksin
Para ahli memanfaatkan dengan menggabungkan sifat-sifat DNA yang menguntungkan antara virus dan gen lain sehingga sifat yang menguntungkan tersebut akan dimiliki oleh bakteri yang diinfeksi. Contohnya, DNA virus digabungkan dengan DNA manusia yang memiliki sifat antitoksin (pelawan racun/penyakit). Selanjutnya, virus tersebut diinfeksikan dengan sel bakteri sehingga sel bakteri ini memiliki sifat gen manusia, yaitu memiliki sifat antitoksin. Dengan demikian, bakteri yang semula tidak mempunyai sifat antitoksin sekarang sudah memiliki sifat antitoksin.
Apabila bakteri tersebut membelah terus menerus, berarti setiap sel bakteri memiliki sifat antitoksin dan selanjutnya dapat diberikan pada manusia. Contohnya, toksoid tetanus, toksin ini dapat disuntikkan pada manusia untuk mencegah penyakit tetanus. Toksin ini biasanya diberikan pada ibu hamil dan calon pengantin. Adapun bagi penderita tetanus akan diberikan ATS (Anti Tetanus Serum). Berdasarkan uraian tersebut, kesimpulan apakah yang Anda peroleh tentang virus? Pikirkan!

b. Untuk Melemahkan Bakteri
Apabila virus yang menginfeksi bakteri bersifat patogen, maka DNA virus yang masuk akan merusak DNA bakteri sehingga bakteri tersebut menjadi tidak berbahaya karena sifat patogennya telah rusak. Contohnya, bakteri difteri yang berbahaya akan berubah sifatnya jika di dalamnya tersambung oleh virus profage.

c. Untuk Memproduksi Vaksin
Anda tentu pernah mendapat vaksin untuk mencegah terserangnya tubuh dari beberapa jenis penyakit. Vaksin digunakan manusia untuk memperoleh kekebalan tubuh/antibodi. Vaksin ini sebenarnya merupakan bibit penyakit yang telah dilemahkan dan apabila menyerang manusia tidak akan berbahaya lagi. Untuk itulah diperlukan vaksin bagi tubuh kita. Jika ada penyakit yang menyerang manusia, maka tubuh telah memiliki kekebalan yang berasal dari antibodi bagi penyakit tersebut. Contohnya, vaksin cacar, polio, dan campak.

2. Virus yang Merugikan
Sebagian besar virus bersifat merugikan, yaitu dapat menimbulkan berbagai penyakit pada hewan, tumbuhan, maupun manusia.

a. Virus Penyebab Penyakit pada Manusia
Beberapa jenis penyakit pada manusia yang disebabkan oleh virus adalah sebagai berikut.

1) Influenza
Tentu Anda pernah menderita sakit flu. Apa yang Anda rasakan ketika terserang penyakit flu? Ada beberapa gejala penyakit flu, antara lain sakit kepala, batuk, demam, hidung tersumbat, dan terkadang selera makan hilang. Apabila segera diobati, penyakit ini akan segera hilang, akan tetapi seseorang bisa terserang penyakit itu kembali. Jadi, penyakit influenza tidak menimbulkan kekebalan pada tubuh. Penyakit tersebut dapat dicegah dengan meningkatkan daya tahan tubuh, antara lain dengan makan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, olahraga teratur, serta menjaga kebersihan badan dan lingkungan.

2) Virus Flu Burung
Carilah informasi tentang gejala-gejala orang yang terserang virus flu burung. Tahukah Anda, gejala flu burung pada manusia mirip dengan gejala flu biasa, hanya kenaikan suhu tubuh relatif lebih tinggi dibanding flu biasa. Gejala awalnya adalah terjadi kenaikan suhu tubuh yang tinggi hingga 39°C, tubuh panas, sakit tenggorokan, keluar lendir bening dari hidung, sesak napas, dan batuk. Jika tidak ditangani segera, maka akan mengalami penurunan kondisi tubuh sehingga menyebabkan radang paru-paru (pneumonia) dan kekebalan tubuh turun drastis. Bila kondisi tubuh sudah demikian, maka akan terjadi kematian. Penyebab flu burung adalah virus influenza tipe A yang berdiameter 90 – 120 nanometer. Virus ini termasuk dalam famili Orthomyxoviridae, genus influenza virus. Pada bagian luar virus terdapat tonjolan-tonjolan menyerupai jarum. Tonjolan Haemaglutinin (H) membuat virus memiliki kemampuan mengaglutinasi (menggumpalkan) eritrosit. Tonjolan yang lain mengandung enzim Nevtamidase (N) yang berhubungan dengan sistem saraf sehingga membuat virus memiliki kemampuan menyerang sistem saraf.
Tahukah Anda virus flu burung hidup dalam saluran pencernaan unggas, kemudian dapat menyerang berbagai sistem dalam tubuh unggas. Virus ini menyebar dalam tubuh melalui peredaran darah. Virus Avian influenza umumVB nya menyerang unggas, tetapi dapat pula menyerang burung-burung lain bahkan ke hewan lain seperti babi, kucing, harimau, kuda, dan anjing laut.
Cara mencegah meluasnya penularan flu burung ke manusia, yaitu dengan tindakan pemusnahan (depopulasi) terhadap unggas yang terinfeksi virus flu burung. Dari segi pengobatan, sementara orang-orang sering menggunakan “Tamiflu” obat untuk mengobati flu burung. Sebenarnya flu burung ini belum ada obatnya, dalam arti tidak ada obat yang secara aktif dapat langsung menghancurkan virusnya. Cara yang paling efektif adalah pencegahan dengan jalan pemberian vaksin atau imunisasi.

3) Virus SARS
SARS singkatan dari Severe Acute Respiratori Syndrome, yaitu penyakit sindrom pernapasan akut yang menyebabkan terjadinya infeksi pada saluran pernapasan. Gejalanya mirip seperti flu, yaitu demam, batuk, radang tenggorokan, dan sesak napas. Gejala ini muncul 2 - 10 hari setelah terinfeksi. Virus SARS akan menyerang paru-paru sehingga jumlah sel darah putih menjadi berkurang.
 
4) Herpes Simplex
Penyakit herpes umumnya menyerang kulit. Ketika terserang penyakit ini, kulit terasa panas, gatal, memerah, perih, dan melepuh. Jika dibiarkan akan menyerang saraf kita. Sebenarnya ada dua tipe herpes, tipe pertama adalah herpes yang menyerang pipi, hidung, mulut, dagu, dan hidung. Pada tipe ini, penularannya terjadi melalui handuk, ciuman, atau alat makan yang terkena cairan dari orang yang menderita penyakit. Penularan penyakit ini sangat cepat. Tipe kedua adalah herpes yang menyerang alat kelamin. Penyakit ini ditularkan melalui hubungan badan. Jika sudah terkena, harus segera mendapat pengobatan dari dokter.

5) Mata Memerah (Belek)
Gejala penyakit ini, antara lain mata meradang dan berwarna merah serta banyak mengeluarkan air mata dan kotoran. Apabila terserang penyakit ini, segeralah Anda pergi ke dokter untuk mendapat pengobatan.

6) Cacar
Virus ini menginfeksi tubuh melalui saluran pernapasan. Gejala awalnya antara lain demam, sakit kepala, sakit punggung, badan menggigil, dan lesu. Setelah beberapa hari akan terlihat bintik-bintik merah yang tengahnya ditandai dengan titik hitam yang dimulai dari wajah dan menjalar ke seluruh tubuh. Setelah sembuh, penyakit ini akan meninggalkan bopeng pada bekas bintik-bintik tersebut. Masa inkubasi virus berlangsung selama 12–16 hari. Penyebaran penyakit bisa melalui kontak langsung sehingga barang-barang yang sudah terkena virus tersebut dapat menularkannya. Penanggulangannya bisa diberikan vaksin cacar. Apa perbedaan dengan cacar air? Cacar air yang terjadi pada anak-anak tidak begitu berbahaya, tetapi bila diderita orang dewasa bisa menyebabkan kematian. Gejalanya ditandai dengan demam, terbentuknya benjolan, kulit kering, dan luka tersebut tidak berbekas apabila telah sembuh. Masa inkubasinya berlangsung selama 14-16 hari. Virus ini berada di dalam saluran pernapasan dan bisa masuk ke aliran darah pada seluruh tubuh, terutama kulit.

7. Polio
Di negara kita beberapa kali diadakan Pekan Imunisasi Nasional/PIN polio bagi anak balita. Tujuan pemberian imunisasi ini adalah untuk mencegah anak-anak balita dari serangan penyakit polio. Gejala penyakit ini antara lain demam, sakit kepala, sakit tenggorokan, mual, muntah,  mengantuk, disertai tulang kaku pada leher dan tulang belakang. Penyakit ini bisa menyebabkan kelumpuhan karena virus yang menyerang pada bagian selaput otak sehingga dapat merusak sel saraf yang berhubungan dengan serabut motor saraf tepi. Masa inkubasinya berlangsung selama 7-14 hari dan penularannya melalui mulut dan makanan yang telah terkena virus itu.

8) Campak
Sama halnya dengan cacar, penyakit ini umumnya menyerang pada anak-anak. Gejalanya antara lain demam tinggi, batuk, mata pedih jika terkena cahaya, dan rasa ngilu di seluruh tubuh. Virus ini berkembang pada saluran pernapasan atas kemudian beredar ke seluruh tubuh, terutama pada kulit. Cara pencegahannya dengan pemberian imunisasi campak.

9) Hepatitis
Organ tubuh yang diserang penyakit ini adalah hati. Seseorang yang menderita penyakit ini cairan darahnya bisa masuk ke dalam rongga perut, sehingga perut akan membesar. Tanda-tanda penyakit ini antara lain badan lemas, nafsu makan berkurang, biasanya kulit tubuh, mata, dan urin berwarna kuning. Penularan penyakit ini melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi virus, melalui aliran darah, serta hubungan seksual. Penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin hepatitis. Saat ini jenis penyakit hepatitis yang sudah dikenali antara lain hepatitis A, B, dan C. Manakah diantara ketiga jenis penyakit tersebut yang paling banyak menimbulkan kematian? Coba carilah informasinya! Saat ini telah ditemukan vaksin untuk menangkalnya agar tidak terserang. Ikutlah program imunisasi hepatitis dan hindarilah makan dan minum dan tempat yang tidak higienis!

10) Gondong
Penyakit ini ditandai dengan membesarnya/membengkaknya kelenjar di bawah telinga selama 18-21 hari. Virus yang menyerang adalah virus RNA yang menyerang otak, kelenjar paratiroid, dan kelenjar pankreas. Apabila sudah terkena penyakit ini maka penderita akan mempunyai kekebalan terhadap penyakit tersebut. Penularan penyakit ini terjadi melalui hidung dan mulut.

11) Kanker dan AIDS
Penyakit kanker dan AIDS tergolong penyakit yang mematikan karena sampai saat ini belum ditemukan pengobatan yang sempurna untuk penyakit ini. Virus kanker ini akan menginfeksi penderita dan terus menerus akan membelah, sedangkan pada AIDS menyebabkan penderita akan kehilangan sistem kekebalan tubuh karena virus HIV menyerang sel-sel darah putih. Tanda-tanda orang yang terinfeksi virus HIV ini tidak begitu jelas, penderita hanya merasa sering sakit-sakitan dan tidak segera sembuh walaupun sudah diobati. Penularan virus HIV terjadi melalui transfusi darah, jarum suntik, dan hubungan seksual. Beberapa cara yang dapat kita lakukan agar terhindar dari tertularnya virus HIV, antara lain tidak melakukan hubungan seks di luar nikah, mengindari pemakaian jarum suntik secara bergantian (misalnya pada pecandu obat-obatan terlarang), dan menghindari donor darah dari orang yang terinfeksi virus HIV.

12) Demam Berdarah (DB)
Anda pasti sudah mengetahui bahwa penyakit ini ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus demam berdarah, yaitu jenis dengue. Seseorang yang terserang demam berdarah dan tidak segera tertolong sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan kematian sebab virus dengue bisa merusak trombosit sehingga jumlahnya lama-kelamaan akan menurun. Gejala-gejala penyakit ini, antara lain demam disertai panas tinggi 39– 40°C, muntah-muntah, bercak-bercak merah, dan bila sampai pada stadium lanjut menyebabkan terjadinya perdarahan.

b. Virus Penyebab Penyakit pada Hewan dan Tanaman
1) Rabies (Anjing Gila)
Virus rabies akan menginfeksi hewan yang berdarah panas seperti anjing, kucing, monyet, serigala, dan sebagainya. Kita bisa terinfeksi virus rabies melalui gigitan atau kontak dengan air liur hewan yang terinfeksi virus tersebut. Gejala orang yang menderita rabies pada umumnya orang tersebut takut dengan air (hidrofobi), demam, sakit kepala, dan lesu.
2) Virus Kuku dan Mulut
Pada umumnya virus ini menyerang hewan ternak sapi dan kerbau. Tanda-tandanya hewan tidak mau makan dan tidak bisa berjalan (lumpuh).
3) Virus Tetelo (Sampar Ayam)
Ayam yang terinfeksi virus tetelo akan mengalami gejala tersedak-sedak dan mencret sampai menyebabkan kematian. Jika sembuh, ayam akan kehilangan keseimbangan yang ditandai dengan kepalanya tertekuk dan berputar-putar.
4) Virus Tumbuhan
Jenis virus yang menyerang tanaman antara lain virus mozaik. Virus ini biasanya menyerang tanaman tembakau, kentang, dan tomat. Tanaman yang terserang virus mozaik akan menampakkan tanda-tanda bercak-bercak kuning pada daunnya. Penularan virus ini terjadi melalui serangga.

Virus lain yang menyerang tanaman adalah virus tungro yang menyerang tanaman padi. Tanaman padi yang terserang virus tungro akan menjadi kerdil karena pertumbuhannya terhambat. Penularan virus ini terjadi melalui serangga (wereng).

0 Response to "Virus - Biologi X"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel