Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pada sebuah percobaan perkecambahan, biji kacang merah ditanam dalam pot yang berbeda

Pada sebuah percobaan perkecambahan, biji kacang merah ditanam dalam pot yang berbeda yaitu pot A dan B. Pot A ditanam biji kacang merah dengan pemberian air 10 ml perhari, sedangkan pot B ditanam biji kacang merah dengan pemberian air 25 ml perhari. Setelah didiamkan selama 5 hari kondisi pot A mulai tumbuh kecambah dan pot B tidak tumbuh kecambah. Berdasarkan percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa....

A. pemberian air tidak mempengaruhi proses perkecambahan

B. air yang terlalu banyak tidak akan mempengaruhi proses perkecambahan

C. laju penguapan tanaman pot A lebih tinggi sehingga kecambah dapat tumbuh

D. kadar air yang terlalu banyak pada pot B membuat biji mengalami pembusukan

E. laju penguapan tanaman pot B terlalu rendah sehingga kecambah busuk

Jawaban : D

Pembahasan :

Air merupakan salah satu faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar tumbuhan) yang dapat mempercepat proses perkecambahan dan menghentikan masa dormansi biji. Biji akan menyerap air dari lingkungan sekitarnya, baik dari tanah maupun udara. Peristiwa masuknya air tersebut dinamakan imbibisi. Proses imbibisi merupakan awal dari proses perkecambahan. Kehadiran air ke dalam sel setelah proses imbibisi akan mengaktifkan hormon pertumbuhan dan juga enzim yang akan mendukung proses pertumbuhan biji menjadi kecambah. Jumlah air yang masuk ke dalam biji harus sesuai dengan ukuran biji, karena jumlah air yang terlalu banyak dapat menyebabkan pembusukan biji. Jika biji mengalami pembusukkan maka tidak akan dapat berkembang menjadi kecambah. Jumlah air yang diberikan di pot B terlalu banyak sehingga menyebabkan biji membusuk dan tidak berkembang menjadi kecambah, sedangkan di pot A jumlah air cukup dan biji berkembang menjadi kecambah.